
Ayah dan Bunda, sensorik adalah jembatan utama bagaimana anak mengenal dunia. Penting bagi orang tua untuk menstimulasi sensorik bayi dan balita dan membimbingnya belajar melalui rasa, sentuhan, penglihatan, pendengaran, dan gerakan tubuh–semua ini berkontribusi terhadap perkembangan otak, motorik, kognitif, dan emosional. Mengapa hal ini penting? Karena aktivitas sensorik yang tepat sejak usia dini membantu anak tumbuh cerdas, percaya diri, dan siap belajar hal yang lebih kompleks di masa depan.
Yuk, ketahui tips aktivitas sensorik sederhana yang bisa Ayah & Bunda lakukan di rumah bersama anak usia 6 bulan–2 tahun!
1. Apa Itu Stimulasi Sensorik & Mengapa Penting?
Stimulasi sensorik adalah kegiatan yang merangsang indera anak, seperti sentuhan, penglihatan, suara, bau, rasa, dan gerakan tubuh. Aktivitas sensorik membantu anak menyerap informasi dari lingkungan sekitar dan membentuk jalur saraf di otak.
Menurut para ahli, stimulasi yang baik akan membuat anak:
✔ Lebih cepat bereaksi terhadap rangsangan baru
✔ Mengenali bentuk, warna, dan suara
✔ Mengembangkan koordinasi antar-indera
✔ Meningkatkan motorik kasar dan halus
✔ Lebih mampu berinteraksi sosial sejak dini
Stimulasi sensorik sangat bermanfaat bagi si Kecil, terutama di usia 6 bulan–2 tahun, ketika otak berkembang sangat cepat.
2. Rekomendasi Aktivitas Sensorik Usia 6–12 Bulan
Pada usia ini, si Kecil mulai mengenali dunia melalui mulut, tangan, dan mata. Mereka senang meraih, menggenggam, memasukkan benda ke mulut, serta mengeksplorasi suara dan tekstur.
a. Sentuhan Tekstur Beragam
Bahan: kain lembut, kain berbulu, spons, kertas tisu, plastik berlubang.
Aktivitas:
- Biarkan si Kecil meraba permukaan yang berbeda sambil Ayah/Bunda memberi nama teksturnya (halus, kasar, lembut, keras).
- Letakkan kain dengan berbagai tekstur di lantai atau meja dan ajak si Kecil menyentuh.
Manfaat: Melatih indera sentuhan serta membantu otak membedakan sensasi berbeda.
b. Splash Play dengan Air
Bahan: baskom air, mainan karet, sendok plastik.
Aktivitas:
- Isi baskom dengan air hangat suam-suam kuku.
- Ajak si Kecil mencelupkan tangan, memercikkan air, dan bermain sederhana.
Manfaat: Sensori air yang bergerak membantu si Kecil memahami konsep sebab-akibat, serta melatih motorik halus dan kasar.
c. Bunyi Ceria dari Sendok & Wadah
Bahan: sendok plastik, panci kecil, wadah berbunyi.
Aktivitas:
- Tempelkan sendok pada panci dan biarkan bayi mengetuk-ngetuk sambil bereksperimen suara.
- Ayah/Bunda bisa bernyanyi mengikuti irama yang dibuat anak.
Manfaat: Merangsang indera pendengaran dan koordinasi tangan-mata.
3. Aktivitas Sensorik untuk 12–18 Bulan
Anak di rentang usia ini makin aktif dan ingin menggunakan motorik besar (berjalan, duduk, berdiri) serta kecerdasan pemecahan masalah sederhana.
a. Bermain dengan Balok Warna
Bahan: balok kayu atau balok busa aman anak.
Aktivitas:
- Ajak anak menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna.
- Biarkan anak jatuhkan balok lalu bangun kembali bersama.
Manfaat: Mengembangkan motorik halus, koordinasi tangan-mata, serta pengenalan warna/ukuran.
b. Kain Berwarna & Sembunyikan Mainan Kecil
Bahan: beberapa kain berwarna, mainan kecil yang aman.
Aktivitas:
- Sembunyikan mainan di bawah kain dan minta anak cari.
- Beri petunjuk sederhana, seperti “di mana mainanmu?”
Manfaat: Melatih keterampilan pemecahan masalah, perhatian, dan penglihatan.
c. Permainan Dayung di Tanah/Pasir
Bahan: pasir halus di kotak kecil atau tanah bersih di halaman.
Aktivitas:
- Ajak anak menyentuh, meratakan, dan membuat jalur dengan jari atau sendok kecil.
- Perkenalkan istilah, seperti “halus”, “berombak”, atau “lebih dalam”.
Manfaat: Merangsang indera peraba sekaligus memperkenalkan tekstur alami.
4. Aktivitas Sensorik 18–24 Bulan: Imajinasi & Interaksi Sosial
Di usia ini, si Kecil semakin eksploratif. ia mulai bereksperimen, meniru, dan bahkan membuat “aturan main”. Inilah waktu yang tepat untuk melibatkan permainan yang menantang sensorik dan kreativitasnya.
a. Cat Jari yang Aman
Bahan: cat jari yang aman (non-toxic), kertas besar, alas.
Aktivitas:
- Oleskan sedikit cat di tangan anak dan biarkan ia “melukis”.
- Bicara sambil menstimulasi indera sentuhan dan warna.
Manfaat: Mengembangkan kreativitas, sensorik tangan, koordinasi, dan ekspresi diri.
b. Bermain Peran Sederhana
Bahan: mainan dapur, boneka, alat sederhana.
Aktivitas:
- Ajak anak bermain pura-pura memasak, memberi makan boneka, dll.
- Tanya “apa yang kamu lakukan sekarang?” untuk merangsang bahasa.
Manfaat: Peran sosial sederhana meningkatkan kosa kata dan koneksi sensorik–emosional.
c. Balon Udara atau Bola Besar
Bahan: balon aman (tanpa isi gas berbahaya) atau bola besar lembut.
Aktivitas:
- Dorong balon bersama-sama atau lempar bola kecil secara bergantian.
Manfaat: Merangsang motorik kasar, keseimbangan, dan respon visual-motor.
5. Tips agar Aktivitas Sensorik di Rumah Berjalan Lancar
Supaya stimulasi sensorik terasa menyenangkan, ceria, dan aman, berikut panduan yang bisa Ayah dan Bunda ikuti:
1. Kenali Batas Usia & Kenyamanan Anak
Setiap anak itu unik. Bila anak terlihat bosan, frustrasi, atau overstimulasi (terlalu banyak rangsangan sekaligus), beri waktu istirahat atau ganti aktivitas.
2. Utamakan Keamanan & Kebersihan
Pastikan semua bahan yang digunakan aman dan bersih:
- Tidak ada bagian kecil yang bisa tertelan
- Sikat mainan & alat dibersihkan
- Bahan cat aman tanpa toksin
3. Durasi Permainan yang Sesuai
Anak usia 6–12 bulan biasanya hanya kuat beberapa menit fokus pada satu aktivitas, sedangkan anak yang lebih besar bisa bertahan sedikit lebih lama. Sesuaikan waktu bermain, jangan paksa bila si Kecil sudah ingin berganti aktivitas.
4. Ajak Bicara Saat Bermain
Asah bahasa anak dengan:
- Menyebutkan warna
- Menyebutkan tekstur (“halus”, “kasar”, “lembut”)
- Menanyakan apa yang ia rasakan
Interaksi verbal membantu perkembangan kosa kata dan daya ingat anak.
5. Musik & Ritme Juga Bagus untuk Sensorik
Mengikuti ritme lagu dengan tepuk tangan, goyang kecil, atau alat musik sederhana juga meningkatkan respons sensorik dan koordinasi gerak.
Stimulasi Sensorik Itu Seru dan Mudah Dilakukan di Rumah
Tidak perlu mainan mahal untuk menstimulasi sensorik si Kecil. Banyak lho aktivitas sederhana di rumah yang memberi stimulasi maksimal, seperti merasakan tekstur kain, bermain dengan air dan bunyi, atau menyusun balok warna. Supaya berhasil, ada kunci utama yang perlu Ayah dan Bunda perhatikan.
Kunci keberhasilan stimulasi sensorik:
– Konsisten setiap hari
– Sesuaikan dengan usia
– Fokus pada proses, bukan hasil
– Bermain bersama orang tua atau kakak
Ayah dan Bunda, yuk mulai hadirkan suasana bermain sensorik di rumah karena proses belajar terbaik itu bukan hanya di ruang kelas, tapi bisa juga di rumah dengan memberikan pengalaman nyata yang menyenangkan bersama orang terdekat.
Referensi:
https://www.alodokter.com/stimulasi-anak-2-tahun-agar-tumbuh-cerdas-aktif-dan-percaya-diri
https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/manfaat-sensory-play
https://www.learningtime-id.com/blogs/blog/stimulasi-sensorik-untuk-anak-usia-0-6-bulan?
