Berkenalan dengan IMD, Inisiasi Menyusui Dini

 

IMD atau dikenal dengan Inisiasi Menyusui Dini adalah sebuah proses penting dalam mensukseskan progam ASI Eksklusif. IMD terjadi di menit-menit pertama kelahiran bayi. Sebuah pengalaman indah dan mengharukan karena saat itu kontak fisik pertama antara ibu & anak terjadi dalam dekapan ibu. Proses IMD memberikan ruang pada bayi untuk meraih sumber makanan pertamanya. Gerakan, sentuhan serta hisapan pertamanya menjadi stimulasi alami bagi tubuh ibu untuk memproduksi air susu serta menjadi pesan untuk Rahim kembali berkontraksi untuk mulai kembali ke bentuknya.

Proses alami ini tampak sederhana untuk dilakukan, tetapi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan IMD. Salah satunya adalah kondisi bayi harus dalam keadaan sehat dan optimal. Hal ini dapat dilihat dari teriakan atau tangisan bayi saat baru lahir. Jika bayi dinyatakan tidak membutuhkan resusitasi atau pertolongan untuk mendapatkan oksigen, IMD dapat dilakukan.

IMD dilakukan dengan meletakkan bayi di atas perut ibunya atau di atas dada apabila proses kelahirannya dilakukan secara section atau sesar. Selanjutnya, bayi akan dikeringkan kepala dan tubuhnya tetapi tidak kedua tangannya karena bau air ketuban yang tersisa akan membantunya mencari puting ibu yang mempunyai aroma serupa. Umumnya sang bayi akan diselimuti agar tidak kedinginan.

Apabila bayi dibiarkan tengkurap di perut ibu, selama beberapa waktu bayi akan diam saja tetapi tetap waspada melihat ke sekelilingnya. Setelah 20 menit bayi akan mulai bergerak dengan menendang, menggerakkan kaki, bahu dan lengannya. Stimulasi ini akan membantu uterus untuk berkontraksi. Meskipun kemampuan melihatnya terbatas, bayi dapat melihat areola ibu yang berwarna lebih gelap dan bergerak menuju ke sana. Bayi akan membentur-benturkan kepalanya ke dada ibu. Ini merupakan stimulasi yang menyerupai pijatan pada payudara ibu. Sebuah proses alamiah yang sangat berkaitan dan penting untuk fase selanjutnya yaitu menyusui.

Setelah IMD berhasil dilakukan, bayi akan mengangkat kepala dan mulai menyusu. Menyusu pertama ini hanya berlasngsung sebentar saja. Menurut panduan yang diterbitkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), di proses menyusui pertama ini bayi akan belajar mengkoordinasikan gerakkan menghisap, menelan, dan bernapas. Biasanya setelah IMD terlaksana, pada bayi akan dilakukan tindakan perawatan pertama seperti, menimbang, mengecek berbagai indera dan pemberian vitamin K1dan mengoles salep pada mata bayi. Beberapa dokter anak menyarankan untuk menunda memandikan bayi selama paling tidak 6 jam dari waktu lahir.

Beberapa rumah sakit dan pelayanan kesehatan sudah dihimbau untuk mensukseskan proses IMD dan menyusui dengan mengatur sistem rawat gabung (rooming in) hal ini bertujuan untuk memudahkan bayi menyusui kapanpun diinginkan. Bagi sebagian besar Ibu, proses IMD adalah momen yang sangat indah dan berharga. Bagaimana sebuah harapan terlihat dan terasa nyata dalam dekapan. Selamat menikmati Ibu, karena proses indah berikutnya sudah menanti.

Sumber :

6 Pesan Kunci Pencegahan Stunting-Pedoman Strakom Perubahan Perilaku dalam Percepatan pencegahan Stunting di Indonesia, Kemenkes 2018

Inisiasi Menyusui Dini. 26/08/2013 www.idai.or.id

Murkoff, Heidi. What to Expect When you are Expecting. 2008

Inisiasi Menyusui Dini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.