Pembiasaan Perilaku Sehat & Mandiri

 

Anak-anak adalah usia yang tepat untuk mengajarkan berbagai hal, termasuk pembentukan kepribadian dan kebiasaan dasar untuk masa dewasanya kelak. Membentuk kebiasaan anak akan lebih mudah dengan mencontohkannya karena di usia dini anak-anak memiliki kecenderungan mencontoh orang tua atau orang dewasa di sekitarmya. Tidak perlu rumit-rumit, Ayah dan Bunda dapat contohkan kebiasaan-kebiasaan mandiri untuk merawat diri dan kesehatan mereka. Yuk kita contohkan si Kecil beberapa kegiatan di bawah ini agar semangat melakukannya.

Mandi

Mandi adalah kegiatan mendasar yang telah dilakukan sejak masih bayi. Namun kemungkinan besar anak-anak bisa saja menolaknya, biasanya disebabkan oleh sabun yang perih, takut air membasahi wajah, dan sebagainya. Maka langkah awal orang tua adalah membuat mandi menjadi sesuatu yang menyenangkan, seperti bernyanyi saat menggosok badan bayi, membelikan sabun dengan aroma kesukaannya, , mengajak bermain seperti ikan, membawa mainan bebek-bebekan atau kapal-kapalan, dan lain sebagainya. Jika si Kecil memiliki memori menyenangkan saat mandi, maka dia akan terbiasa mandi dengan sendirinya, sembari diingatkan manfaat mandi untuk kebersihan diri. 

Cuci tangan

Mencuci tangan sangat penting diajarkan sejak dini karena anak-anak sering bersentuhan dengan berbagai benda-benda yang tidak kita ketahui kebersihannya, dan tentunya berpotensi menjadi media penularan penyakit, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Sesuai Buku Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Pendidikan Anak Usia Dini yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, anak-anak perlu mencuci tangan minimal 4 kali yaitu, setelah bermain/memegang benda yang mengotori tangan, sebelum makan, sesudah makan, setelah buang air besar/buang air kecil. Ayah dan Bunda harus mengajarkan tata cara dan urutannya dengan benar, seperti air membasahi tangan dengan air mengalir, sabun, dan tisu/lap bersih.

Sikat gigi

Kesehatan gigi dan mulut tentunya menjadi aspek penting yang harus dijaga, tidak hanya pada orang dewasa tapi juga anak-anak. Mengajarkan anak untuk menyikat gigi merupakan tugas yang cukup sulit karena anak kerap kali menolak sikat gigi. Salah satu tipsnya adalah dengan membolehkan anak memilih sikat dan varian rasa pasta giginya sendiri, apalagi sikat gigi untuk anak biasanya memiliki bentuk lucu. Setelah itu, ajak anak-anak untuk menyikat gigi bersama-sama karena banyak anak yang meniru kebiasaan orang tua.

Gunting kuku

Merawat kebersihan kuku sering kali terlewatkan. Banyak yang beranggapan bahwa kuku akan otomatis bersih jika kita mencuci tangan, padahal faktanya tidak. Kuku merupakan salah satu sarang kuman karena tempatnya strategis yaitu pada jari tangan yang setiap hari kita gunakan untuk memegang benda dan makanan ke dalam mulut. Maka, sejak sedini mungkin kita harus membiasakan anak menggunting kuku yaitu usai mandi karena pada saat itu kuku lebih lembut. Tunjukkan caranya dengan benar dan selalu gunakan gunting khusus memotong kuku, membuang potongan kuku, serta jangan perbolehkan anak menggigit kuku.

Istirahat cukup & olahraga

Semakin besar anak akan semakin banyak pula hal dan kegiatan yang ingin mereka coba. Mereka ingin terus-terusan bermain, mengeksplor siang dan malam. Penting bagi orang tua untuk membangun kebiasaan anak untuk tidur siang dan tidur malam tepat waktu. Tentunya bisa dilakukan dengan berbagai cara menyenangkan seperti membacakan dongeng, memasang jam kegiatan sehingga mereka bisa melatih rasa disiplin sejak dini. Selain itu, orang tua juga harus melatih pentingnya olahraga bagi kesehatan. Ajak anak olahraga bersama, bermain sepeda, bermain petak umpet, kejar-kejaran, senam berbagai gerakan lucu, dan sebagainya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.